
Dian Sastro yang telah merampungkan syuting film terbarunya, Dunia Tanpa Koma (DTK), kini bisa memahami dua sisi berbeda antara wartawan dan narasumbernya. Lewat perannya sebagai wartawan, Dian bisa merasakan, bagaimana pusingnya ketika seorang wartawan mengejar narasumber, di tengah tekanan deadline. “Cukup berasa, gimana sih ngejar berita, diomel-omelin editor,” ungkapnya.
Di DTK, Dian memerankan tokoh Raya, seorang wartawan yang berurusan dengan sejumlah masalah, mulai dari intrik di kantor majalah berita mingguan tempatnya bekerja, investigasi peredaran narkoba, hingga kisah asmara Raya, yang membina hubungan dengan seorang wartawan harian.
“Ceritanya, dia pentolan wartawan sebuah koran besar, dan saya mingguan. Harus saingan. Deadline mingguan memang enak, tapi kita dapat informasi sampai sejauh apa, sampai orang mau beli majalah kita,” paparnya.
Proses pembelajaran sebagai wartawan, meski hanya sebatas akting, tampaknya merasuk pada dirinya. Ia memahami, bagaimana repotnya seorang wartawan mingguan yang harus menulis berita yang beritanya sama dengan berita harian, tapi memiliki berbagai angle dan penyajian yang menarik untuk berita tersebut. Yang penting, harus cover both side. “Harus tetap netral. Berita itu sesuatu yang punya sesuai dengan kepentingan publik, karena semua orang berhak tahu,” ujarnya.
aduhhh baru liad sountrack nya aza aku dah suka ma dian sastro hihihhih aduhhh cantiknya kk dian hihihi jadi iri aku gimana ya filmnya??????????/