Kecewa, Dian Kembalikan Piala Citra

Published Date: January 3rd, 2007
Category: PersonaL

Dian Sastro Piala FFIDian Sastro bersama beberapa insan film Indonesia lainnya seperti seperti Riri Riza, Nicolas Saputra, Nia Dinata, mengembalikan penghargaan dari FFI ke Kementrian Pariwisata dan Budaya.


Rabu (3/1/2007), digelar di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Cikini kumpulan insan film ini menamakan dirinya ‘Masyarakat Film Indonesia’. Mereka adalah orang-orang yang kecewa dengan hasil keputusan juri yang memilih film ‘Ekskul’ sebagai film terbaik di FFI 2006.

Kumpulan yang antara lain dimotori oleh Riri Riza, Rudy Soedjarwo, Mira Lesmana, & Joko Anwar itu mengajak para anggotanya untuk mengembalikan piala citra yang pernah mereka terima. Rencananya,pengembalian piala ini dimulai hari ini sampai tanggal 9 Januari mendatang.

Sampai berita ini diturunkan, berbagai insan film terus berdatangan. Tercatat sudah 22 piala citra FFI dikembalikan. Piala yang dikembalikan antara lain:
1.Ririe Riza - Film Terbaik 2004
2. Dian Sastowardoyo - Aktris Terbaik 2004
3. Rachel Maryam - Aktris Pendukung Terbaik 2004
4. Surya Saputra - Aktor Pendukung Terbaik 2004
5. Marcella Zalianty - Aktris Terbaik 2005
6. Melly Goeslaw - Penata Musik Terbaik 2005-2006
7. Hanung Bramantyo - Sutradara Terbaik 2005
8. Nicholas Saputra - Aktor Terbaik 2004
9. Nia Dinata - Film Terbaik 2004
10.Rudy Soedjarwo - sutradara terbaik 2004
11. Chand Parwez - Piala Antemas 2006

Setelah piala dikumpulkan, rencananya 9 Januari 2007 piala tersebut akan dikembalikan secara bersama-sama ke Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Para pemenang akan hadir langsung untuk menyerahkan piala yang dulu menjadi kebanggaannya.

Aksi ini tak spontan dilakukan, kelompok yang mengaku belum memiliki ketua itu telah mengadakan dua kali pertemuan pada 24 dan 29 Desember 2006. Pertemuan dan aksi ini tercetus atas kekecewaan mereka terhadap film ‘Ekskul’ yang dinilai tak pantas meraih gelar film terbaik FFI 2006. Mereka juga mempertanyakan penilaian juri yang tidak transparan.

Selain pengumpulan Piala mereka juga akan membacakan pernyataan sikap seputar kondisi perfilman Indonesia. Seperti apa isinya? Tunggu berita selanjutnya.

10 Responses to “Kecewa, Dian Kembalikan Piala Citra”

Trackback this entry.

Kenapa sih fiala-fiala itu mesti dikembalikan. kan eman

Kenalan Mbak, ternyata Mbak mahasiswa Fakultas Filsafat juga, sama seperti saya, cuma bedanya Saya di UIN Sunan Kalijaga

wah bener! ko bisa film secetek itu ngalahin film film bermutu lainnya (Denias, Berbagi Suami dll)?

duh…..kasian bngt seeh!itu khan,hasil prestasi kamu,knp mst d kmbalkn,ya ga???

Hai.. menurut saya tindakan mengembalikan piala citra itu seperti tindakan “childish.” Bagi saya adalah “what next to do for the best ?”

Jika ingin melakukan protes atau perbaikan penjurian lebih baik jauh-jauh hari sebelum FFI digelar. Bukan pada saat film-film yang bersangkutan sudah diputuskan kalah/menang.

Bagi saya pantang menjilat ludah yang sudah terbuang. Jika FFI sudah digelar, Film-film sudah ditandingkan dan juri sudah memutuskan. Apapun itu harus kita terima dengan jiwa besar sebagai anak bangsa.

Ingat yang terbaik bagi juri belum tentu terbaik bagi seluruh penonton Indonesia !!

Ambil balik gih piala-piala itu.. Itu adalah jerih payah kamu pada tahun tersebut untuk membangkitkan perfilm-an Indonesia dan menjadi yang terbaik.

Semoga ada kedewasaan dalam melihat dan mengambil sikap, dan sistem penjurian Film di tanah air.

BRAVO Film Indonesia !!

mungkin pialanya mau dilelang buat korban banjir dijakarta kali???? bener gak? kan buat sosial juga???

hidup baksos!!!

Ass. Salam Kenal ya Mbak …!!??

Mba pikirin donk saat mba nerima piala citra, bangga kan. knapa sekarang di balikin.

hati2 mbak ada udang dibalik batu … (ingetin aja mba ini mah … orang kan bisa lupa he.. he.. he.. )

Thanks.
Sorry jika nggak enak di baca

kenapa dian balikin piala citra? jawabannya..
karena, penilaian juri-juri FFI sudah kelewatan banyak bo`ongnya. gak akurat sama sekali. sejak awal. menurut saya, itu tindakan yang sudah betul. BIANG KEROK nya ya FILM EKSKUL itu.

Wah… sepertinya ini bukan ditulis sama dian sastronya ya..

Koq kebanyakan memakai kata orang ketiga, contohnya dian sastro ……

maaf ya cuman commentar aja :)

assalamualaikum……

apa apa yang telah teteh dan saparakanca lakukan adalah hal yang wajar
itu bagian dari demokrasi loh
bagus ….bagus…….
walau keliatannya agak sedikit ‘menggelitik’
di bulan suci ini saya cuman biosa mengajak
ayo….kita berbenah diri untuk melakukan hal yang terbaik untuk lingkungan kita,masyarakat kita,
teteh teh pigur,saya sendiri termasuk orang yang menikmati karya-karya teteh semoga kehidupan nya lebih baik dari sebelumnya

Leave a Reply

(required)

(required)

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.



Anti-Spam Image