Mahasiswa Abadi NOWAY!

Published Date: August 2nd, 2007
Category: PersonaL

Setelah sempat menjadi bahan ejekan temen – temen karena lebih lama duduk dibangku kuliah, Universitas Indonesia Jurusan Filsafat. Akhirnya Dian berhasil membuktikan bahwa ia mampu lulus dengan nilai terbaik.

Tanpa kenal waktu dan lelah, Dian mengerjakan skripsi, tanpa bantuan orang lain. Demi skripsinya pula, Dian sering terlihat sibuk sendiri dan bahkan rela mendapat julukan autis.

Pengorbanannya tak sia – sia. Setelah enam tahun menempuh berbagai rintangan menyelesaikan skripsi, akhirnya bulan Agustus tahun ini Dian akan mengikuti proses wisuda dan batal dapat predikat mahasiswa abadi.

52 Responses to “Mahasiswa Abadi NOWAY!”

Trackback this entry.

bukannya 6 tahun juga udah MA ya?:)
Selamat ya mbak!!!
kapan rabi?

Dian, selamat ya…
Aku lihat penampilan, talenta dan pemikiranmu dalam Beyond Marketing by Hermawan Kertajaya. Aku sampe lihat dua kali. Vision, Mission dan passionmu, memang bisa menjadi inspirasi bagi siapapun yang mau sukses. Peluang memang harus dibarengi kesungguhan dan sentuhan filosofi serta ilmu. Maka jadilah kamu, orang yang bisa menciptakan makna (generating of meaning) dengan apa yang ada pada dirimu. Sorry, aku pake sudut pandang komunikasi.

Oke, good luck..
Yours, hakim.

hmm, dari gaya bahasanya, blog ini bukan Dian yg nulis sendiri ya ? Punya sekretaris untuk nulis blog ? Atau sekedar gaya bahasa aja ?

allow mbak Dian.. pa kabar? lam kenal yach.. wah selamat yach .. akhirnya kuliahnya dah selesai… tanggal brp wisudanya..? salam tuk semua temen2nya mbak Dian yach n semua temen2 artis… oya jgn lupa mampir di blog aq yach…. Sukses selalu tuk mbak Dian… thanks, goodluck n have a nice day…

dian sastro… gw ngefans banget ma elo..
dulu tapi.. pas lo masih main di AADC.
masih polos banget gitu loh..
sekarang kok beda yah..
kebanyakan filsafat kali???
tapi basicly… gw SUKA.

Saya ucapkan selamat. Yang berhasil selesai skripsinya selama enam 6 tahun buaanyaak kok! Mereka kan punya kendala masing-masing. Saya juga enam tahun dan kendalanya adalah duit. Salam buat asisten pribadinya yang nulis diblog ini…

mbak selamat yooo eb sneng bgt mbak da gol ud jd sarjana eb ngefans pool ma mbak mkanya np nmaku slalu tak tmbh2in nma blakangmuu psenku smua jrih pyah kliahmu kdu dibrengin cita2 yg mulia jg ebi adlah orang no1 yg always suport dkung nyemangatin mbak dian kuu much3x ya keep smangat

Selamat ya,telah lulus kuliah. Sebentar lg akan wisuda jadi sarjana.
The Lion bangga krn satu sisi bekerja,mengabdi di dunia perfilman tanah air Indonesia,dan sisi lainnya tetap menjalankan kuliah di universitas Indonesia.
Dan semuanya sejalan beriringan,berprestasi,baik di karier maupun kuliah dpt nilai A,cerdas/brilliant. Ya jadi semuanya dapat. Sempurna saling mendukung. Pokoknya tobb abis. Mantabb buangets.
Oke dech,ditunggu kabar selanzutnya.
Sukses selalu dalam cita n cinta.

Selamat ya atas lulus ujiannya dan sebentar lg akan diwisuda menjadi sarjana.
The Lion bangga krn satu sisi bekerja mengabdi di dunia perfilman Indonesia,sisi lainnya tetap konsen melaksanakan kuliah di univ. Indonesia.
Semuanya dapat,baik di karier keartisannya dgn banyak penghargaan dan di bangku kuliah lulus dpt nilai A. Sempurna,cerdas,brilliant. Perfect.
Pokoknya tobb abis,mantabb buangets. Oke deh,ditunggu dikabar selanjutnya De Dian.
Sukses selalu dlm cita n cinta.

waaam udah slesai yaa???
abis ini mo ngapain???
-congratzz-

Wah, udah selesai, nih. Rencananya apa lagi, yach ?

Gw kok sok kepingin tau aja. BTW selamat, dech. Semoga sukses selalu.

karena keterbatasan akses dan jangkauan terpaksa saya ucapkan di sini…
SELAMAT!U are truly amazing…
oh ya kelupaan..
Aku cinta kamu

Assalamualaykum warrahmatullahi wabarkatuh
wah mbak hati-hati dengan laki2, dan hati2 dengan tampil saksi, rejki bisa di dapat dengan cara lain.

ana uhibbuki fiilah

SELAMAT & SUKSES ! Kalau ada waktu dan dana, bisa lanjut ke jenjang selanjutnya. Salam-

narsis mode on
wahhhh kemarin kita wisuda bareng yakk :D

sayang ga bisa poto bareng.. hikhikhik

Missing Link Gerakan Mahasiswa Indonesia

Kini, gerakan mahasiswa diantarkan pada kondisi dilematis dan serba abu-abu. Abu-abu dalam artian tidak memiliki kejelasan mana kawan dan mana lawan. Kondisi ini makin rumit ketika ternyata masih banyak letupan-letupan konflik horisontal yang merebak dalam tubuh sesama organ gerakan. Pun dalam hubungan antara persma dan organ gerakan lain.

Gerakan mahasiswa ‘98 lalu satu sisi berhasil menuai pujian dari banyak pihak. karena bisa memaksa Soeharto lengser dari kursi kepresidenan yang dikukuhi selama 32 tahun. Tapi bila dicermati, tidak sedikit kegagalan yang kemudian diciptakan. Gagal dalam arti gerakan mahasiswa yang terakhir ini hanya mampu memotong ‘sebuah batang tua rapuh’, sedangkan ‘akar-akarnya’ dibiarkan menancap kokoh.
Akar-akar yang saya maksudkan tak lain barisan teknokrat yang menjadi tulang punggung penompang rezim orba. Mereka tetap punya kesempatan untuk hidup dan berkembang. Hingga akibatnya dalam waktu singkat mereka beradaptasi dan melakukan metamorfosis menjadi bentuk-bentuk tubuh baru dengan jiwa lama. Konyolnya, bentuk baru ini ternyata lebih resisten dan kuat terhadap terjangan aksi gerakan mahasiswa yang masih sering kali muncul, meski dalam skala kecil.
Resistensi dan kekuatan ini berangkat dari perpaduan pengalaman menghadapi gerakan mahasiswa masa lalu serta memanfaatkan jalur prosedural demokrasi. Harus diakui kelemahan sistem demokrasi yang dijalankan di negeri ini dihanya menitikberatkan pada prosedural belaka. Hingga tak heran peluang tersebut yang kemudian mereka manfaatkan dengan baik untuk mendapat legitimasi rakyat atas kedudukan mereka.
Salah satu contohnya, pemilu langsung –yang belum tentu rahasia– dilaksanakan. Partai politik boleh beragam dan banyak, rakyat boleh berkampanye keliling kota atau berkumpul di lapangan untuk sejenak mendengarkan bualan para jurkam kemudian bereforia dengan dangdutan.
Tepat pada waktu yang sudah ditentukan rakyat dimobilisir untuk mencoblos dan kemudian dipersilahkan pulang kembali ke rumah sekedar menjadi penonton atraksi dagelan politik tanpa satu kepastian apakah mereka bisa berdaya ketika ternyata janji yang terlontar tidak satupun yang diwujudkan. Karena tidak satupun kandidat presiden yang telah melakukan kontrak sosial dengan rakyatnya.
Sempurnalah restorasi para elit golongan lama ini menjadi wujud baru, berkulit baru dan berbaju demokrasi tapi, sekali lagi, isinya tetap seperti tempo doeloe. Keadaan inilah ini memposisikan gerakan mahasiswa pada situasi yang dilematis. Ketika dibiarkan mereka mulai meraja lela, namun jika dilawan mahasiswa akan mendapat label anti demokrasi. Ujung-ujungnya rakyat sendiri yang harus dihadapi.
Sayangnya sebagian organ gerakan mahasiswa justru hanyut dalam carut-marutnya bias pelaksanaan demokrasi. Perlahan namun pasti, gerakan mahasiswa mulai terbawa arus siklus politik elit serta dukung-mendukung partai atau golongan tertentu.
Mungkin inilah yang disebut syclis atau ulangan sejarah gerakan mahasiswa Indonesia era 66. Pasca mencapai puncak perjuangannya untuk meruntuhkan kekuasaan sebuah rezim, gerakan mahasiswa seolah-olah makin jauh dari basis kekuatan rakyat. Ironisnya mereka kemudian hanyut menjadi alat kekuasan elit politik yang sedang bersaing.
Kondisi ini tampak dari issue-issue gerakan yang makin jauh dari konteks permasalahan dan kebutuhan rakyat. Issue yang diusung akhir-akhir ini lebih ditekankan pada dukung-mendukung golongan/ politik tertentu, tanpa ada sebuah pengkorelasian secara kongkrit dengan permasalahan yang dihadapi rakyat.
Sepertinya euforia kemenangan semu gerakan mahasiswa tahun 98 itulah yang mempengaruhi psychologis mahasiswa dalam pemilihan dan penggalian issue. Mereka lebih tertarik mengangkat issue-issue politik elit dan fenomena-fenomena politik nasional. Hingga tercipta kesan jika gerakan mahasiswa tidak bicara tentang issue politik elit, ngomong tentang masalah nasional –yang juga identik dengan politik– atau topik-topik yang muncul di ‘Jakarta” tidak akan ngetren.
Padahal disekitar lokalitas mahasiswa sendiri masih banyak setumpuk permasalaan kerakyatan yang perlu disingkapi. (kayaknya lebih manarikkalo ini dikasih contoh)
Akhirnya tidak bisa disalahkan jika kemudian rakyat makin menjauh dari gerakan mahasiswa. Aksi turun jalan tidak lagi populis dan strategis unuk mengundang simpati dukungan rakyat. Jangankan untuk ikut terlibat, menyaksikan saja sudah enggan. Bahkan kini aparat tidak perlu lagi “berteriak” dan mengeluarkan undang-undang anti demonstrasi. Karena masyarakat sendiri ternyata sudah antipati dan dengan senang hati melontarkan tudingan bahwa gerakan mahasiswa itu menggangu ketertiban publik.
Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari model gerakan mahasiswa era 80-an sampai awal ’90-an, dimana gerakan mahasiswa lebih banyak turun ke basis rakyat. Tampak dalam ramainya keterlibatan mahasiswa dalam advoksi maupun pembelaan kasus buruh dan tani serta pengangkatan kasus-kasus lokal kepermukaan yang memang kurang mendapat perhatian.
Memang konsekuensi logis dari model gerakan ini, gerakan mahasiswa tidak akan memiliki citra booming dan hebat seperti gerakan mahasiswa era 66. Namun terbukti, dalam realita gerakan mahasiswa era 80-an sampai awal 90-an berhasil mencapai titik dasar dari kerangka penguatan masyarakat. Mahasiswa era tersebut berhasil meruntuhkan menara gading kampus dan mahasiswa itu sendiri –satu model gerakan yang penting untuk ditelaah kembali.
Lantas bagaimana dengan pers mahasiswa yang notabene merupakan salah satu organ gerakan mahasiswa? Dari gambaran kondisi obyektif dan subyektif gerakan mahasiswa saat ini serta kerangka pemikiran di atas, penting kiranya kita menyadari potensi strategis pers mahasiswa dalam pengembangan pemikiran alternatif bagi penyadaran masyarakat maupun mahasiswa sendiri.
Pers mahasiswa memiliki potensi strategis di jalur-jalur komunikasi untuk melakukan penyadaran dan propaganda. Sehingga memungkinkan proses penyempitan jurang pemahaman antara organ gerakan mahasiswa dan masyarakat.
Namun yang sangat disayangkan, hingga saat ini, kita masih belum bisa menghilangkan dikotomi antara pers mahasiswa dengan organ gerakan lainnya (terutama ekstra). Gerakan mahasiswa ekstra seringkali memberi label pers mahasiswa sebagai golongan yang elitis dan tidak sejalan dengan gerakan mahasiswa yang lain. Claim ini berangkat dari jarangnya intensitas organ pers mahsiswa ikut serta dalam aksi turun jalan.
Sikap organ pers mahasiswa ini bukanya tanpa alasan. Ada beberapa hal yang mempengaruhi pengambilan sikap tersebut. Pertama, pers mahasiswa sebagai salah satu organ gerakan mahaiswa yang berada diwilayah jurnalistik memiliki sebuah karakter yang berbeda dengan organ gerakan lain. Kekuatan terbesar pers mahasiswa adalah pada wilayah pemikiran serta media jurnalistik. Potensi pers mahasiswa ada dijalur komunikasi, penyebaran isu, propaganda dan konsolidasi yang mempunyai titik tekan pada penyadaran kolektif, bukan pada basis massa.
Siklus sederhana dari sebuah gerakan adalah konsolidasi–aksi–refleksi. Di wilayah konsolidasi inilah potensi terbesar pers mahasiswa. Sayangnya gerakan mahasiswa kini mengalami bias pemaknaan. Sebuah gerakan seringkali hanya dimaknai secara parsial sebagai aksi turun ke jalan saja. Padahal aksi tersebut hanya merupakan salah satu bagian dari strategi gerakan.
Realitas karakter, yang berpengaruh pada munculnya bahasa peran pers mahasiswa yang berbeda dengan organ lain ini ternyata belum bisa diterima dengan arif. Hingga akhirnya muncul ego paling benar dan memilih berjalan sendiri-sendiri.
Kedua, adalah perbedaan orientasi dan strategi gerak. Dalam perjalanannya pers mahasiswa yang menyadari posisi mereka sebagai pengemban idealisme persma memilih berada di luar siklus tarikan politik elit. Dan pada perkembangan terakhir ini, dari keempat fungsi pers, -informasi, hiburan, pendidikan, dan kontrol sosial– pers mahasiswa telah memilih untuk menitiktekankan pada dua fungsi terakhir, yaitu pendidikan dan terutama kontrol sosial. Hanya dengan titik keberpihakan yang jelas dan independensi yang besar lah yang memungkinkan fungsi kontrol sosial dapat dijalankan secara maksimal.
Layaknya organ gerakan lain, keperpihakan pers mahasiswa tak bergeser dari kaum marjinal di masyarakat. Meski demikian di sisi lain pers mahasiswa harus tetap memiliki independesi yang jelas, karena di titik inilah sebenarnya konsistensi keberpihakan pers mahasiswa dipertaruhkan.
Tak heran jika pers mahasiswa memilih jalur untuk setia berkonsentrasi pada pengangkatan permasalahan kerakyatan tanpa harus terbawa arus dalam siklus tarikan politik elit maupun dukung mendukung golongan tertentu.
Sedangkan gerakan mahasiswa ekstra, seperti layaknya background organisasinya yang lebih condong ke arah politik, yang secara historis menjadi turunan golongan politik tertentu, lebih sering mengusung issue-issue berbau politik kekuasaan.
Hal ini wajar, karena karakter dasar mereka yang telah terbentuk sejak tahun 1955, ketika partai politik beramai-ramai mencari kader dan membentuk underbaound partai di basis mahasiswa. Seperti Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang berafiliasi ke PNI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berafiliasi ke Masyumi, Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI) berafiliasi ke PKI, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke NU, serta Germasos ke PSI.
Pembentukan organ gerakan mahasiswa ekstra yang berafiliasi ke partai/ golongan politik tertentu ini, waktu itu, telah menjadi budaya. Hampir tidak ada organisasi ekstra yang independen (dalam artian terlepas dari underbaund golongan tertentu) tanpa punya afiliasi dengan golongan tertentu.
Latar belakang keberadaan organ gerakan mahasiswa inilah yang menjadi dasar keengganan pers mahasiswa untuk secara langsung terlibat dalam aksi gerakan mahasiswa ekstra. Karena kondisi ini ternyata –sampai saat ini– berpengaruh besar terhadap kecenderungan issue yang diangkat organ gerakan ini.
Selayaknya jika kita mengharapkan munculnya gerakan mahasiswa yang lebih baik, titik pemahaman bersama sebuah gerakan ditemukan dan dikotomi dihapuskan. Karena bukan saja melemahkan gerakan mahasiswa itu sendiri tetapi juga berpotensi besar memicu munculnya konflik horisontal.
Jawaban awal yang memungkinkan untuk melahirkan pemahaman bersama ini adalah menghidupkan forum-forum bersama sebagai ajang gesekan pemikiran untuk penyamaan persepsi dan saling pengertian antar organ gerakan mahasiswa. Untuk kemudian mampu bersama-sama mendobrak kebekuan respon masyarakat terhadap kondisi obyektif ekonomi-politik yang negatif bagi pendewasaan demokrasi serta keadilan sosial.
Bersama-sama melakukan penggodokan issue-issue gerakan mahasiswa yang lebih merakyat kental lokalitasnya sebagai penguatan bargain politik mahasiswa sekaligus pembumian gerakan mahasiswa di basis rakyat. Jika ini dilakukan bukan mustahil dukungan rakyat terhadap gerakan mahasiswa segera terwujud.
Karena akhir-akhir ini gerakan mahasiswa Indonesia tidak lagi memadu dengan sektor-sektor gerakan masyarakat. Pertemuan atau konsolidasi gerakan mahasiswa dengan organ gerakan masyarakat hanya pada tingkatan issue semata. Padahal harusnya gerakan mahasiswa bisa meningkatkan konsolidasi ini sampai tahap aksi. Di sinilah diperlukan pemaksimalan potensi peran masing-masing organ.
Memang perjuangan ini bukalah hal yang mudah diwujudkan. Perlu banyak tenaga, pikiran, dana dan waktu. Tapi bukankah keberhasilan sebuah perjuangan membutuhkan kristalisasi tetesan keringat? Nah…

anak Riau..

Selamat ya Dian… tapi mana nih yang bener2 blognya Dian? Ini mah blog punya admin bukan punya Dian!

HMMMMM. Abadi….?
Menjadi mahasiswa memang adalah sebuah pilihan. Bagi yang punya banyak duit bisa saja ngejar cepat kuliah. Dan yang tak mampu, mungkin mengatasinya dengan kerja sampingan sambil kuliah.
Jaman sudah tidak berpihak lagi pada si miskin.
selamat tuk Dian yang sudah selesaikan sekolahnya…eh kuliahnya.
Kapan ya main film bareng heheheheheh !

ga’ abadi banget sich

#20
acceleration students
September 21st, 2007 at 11:01 am

oh….
pantes jadi lulusan terbaik…
kuliahnya aja 6 tahun….
udah apal lah pelajarannya….

sukses ya ama cristian sugiono….
moga-moga nyampe di pelaminan…
kalian great couple koq…
titi kamal tuh ga cocok banget ama cristian sugiono!!!!!

Ass. Salam Demokrasi
Mahasiswa sebagai agent of change & sicial of control mampukah menempatkan eksistensinya untuk tranformasi menuju indonesia yang di idamkan rakyat kecil yaitu hanya sebuah kata Pembebasan.
Indonesia yang semakin terpuruk akibat dari globalisasi yang tidak seiimbang antara Penguasa dan Kaum Proletar ini seharusnya ad orang dari kaum borjuasi yang peka akan organiasasi yang berpihak pada rakyat kecil. Saya mengharap ada sebagian dari para borjuasi yang mampu mensuplay dan mensuport gerakan mahasiswa di indonesia ini.
Bilakah mungkin kita mau peduli pada sesama ?
Jika Kultur Hedonisme masih marasuk para mahasiswa sehingga menjadi virus berbahaya bagi perubahan bangsa.
Sekiranya mari kita bersatu melawan keterrtindasan !!! By Abdee Makassar

#22

mungkin kata mahasiswa abadi terasa hampadan menyakitkan namun belajarmengenai segala sesuatu yang tanpa batas{abadi} justru merupakan cita2 yang inginkugapai walau nafas ini tidaklah abadi

Heloooo…..” Mbak Dian SJ, lam kenal dai saya dan selamat hari raya idul fitri mohon maaf lahir dan batin, juga met beraktifitas kembali di bulan syawal ini
O ya” Mbak Tampilan Photo Mbak cukup cantik dan Blognya perlu di percantik lagi / vitur-viturnya diperlengkap dan Karya tulis Mbak saya baca cukup menarik / ok bangett

hayy mb, nama aq dhian juga. tapi napa aq gbs shebat mb yaa. aq seneng banget ma mb, ud Islam,cantik,pinter,sgalanya degH..sukses yaa

halo mbak dian,
lam kenal ya, oh ya mbak saya senang banget ngobrolin filsafat katanya mbak juga senang malah lulusan filsafat UI khan? eh baru diwisuda kemarin ya? selamat ya?
oh ya boleh minta kalo mbak punya yahoo messenger kalo ada aku minta dong, biar sekali2 ngobrol tentang filsafat, n aku yakin mbak kalah nih dengan aku, n juga nantilah, oh ya YM aku haz_bourdhan@yahoo.com

Dian Sastro cantik lho…
Mmmm..tapi mungkin dengan pemikiran kontemplatif dan transenden, karena disatu sisi kecantikan, kekayaan, kekuasaan, kecerdasan dan kelebihan-kelebiahan lain di dunia merupakan anugerah dan cobaan. Anugerah karena kelebihan dari yang “umum” didapatkan di dunia. Cobaan, karena kelebihan tsb. akan menjadi beban di dunia, jd bagaimana orang membawa kelebihan tsb.
Pasangan oposisinya keburukan, kemiskinan, penghambaan, kebodohan dan lain-lainnya, di sati sisi merupakan cobaan hidup dengan “ketidakberuntungan” di dunia, tetapi di sisi lain juga anugerah karena dengan kekeurangan tidak ada yang perlu disombongkan, menindas, dan tidak salah dihadapan Tuhan (Allah SWT) jika melakukan kesalahan karena kebodohan dan ketidaktahuannya.
Salam manis

Ga ada yg MAHA di dunia ini Putri……yg ada Siswa semata!!!!.MAHA SISWA itu pantasnya adalah gelar manusia yang dikurniakan untuk mampu mengenal seluruh ALAM SEMESTA INI,MANUSIA LOKAWIDU dan tentunya mengenal juga PRIBADINYA sendiri!!!.
Lama atau sebentar yah sama saja,yang dirasa kan ISINYA,bukan kulitnya,bukan kertasnya maksudnya!!!.
Emang kalo makan buah sebaiknaya kulit di buang kalo enggak males sih supaya RASANYA MURNI RASA BUAH!!!Kecuali kalo makan “BUAH ANGGUR”,ya bisa dimakan sama kulit2nya!!:)

Seseorang.

dian you so Nices, charmies and beatifull, i so be like you… if i seem in your movies… did u can give me your fhotograph? i would tob e save u’r picture on my wallet, your so artist famous to me and my favoriet ladies artist..?i my so be glad if you wanna to see me..? did u have time to dates with me or your Pans?

good girl…lumayan berani,memasuki wilayah antah berantah…

mba Dian SW aq mengidolakanmu sejak meilhat aktingmu di film Pasir Berbisik. Siip banget !”

Mbak Sastro, Aku minta resepnya dunk biar lama jadi mahasiswa?? ya..min 6 tahun lah…he..

hai cantik…………
km cerdas dan cantik, terkenal lagi….
jarang bgt di negeri ini ada artis yg cerdas macam km……ga cm modal tampang n tubuh
sukses yach….

muachhh….muachh…..
love u honey…..

Meski udah telah, pokoke Selamat buat mbak Dian!
Umat sdh menanti kiprah nyatamu sebagai sarjana muslimah yang peduli dengan masalah umat. Semoga Allah sll tunjukkan jalan lurus u mbak dian jadi muslimah peduli umat. Allahu Akbar!!

hahahaha, ku pikir artis gak bakal ada yang ngeblog, eh ternyata ada juga… tapi masih ragu juga jangan2 nih orang lain pake datanya dian sastro hehehe…. kalo emang artis ada yang hobi ngeblog juga bagus deh… tapi pasti banyak yang heran aja…. emang ada waktu…

masalah MA sama jeng… ane juga MA neh dijogja, 2 mata kuliah kagak lulus2 udah 3 kali ngulang masiha aja dapet E hehehe…. bakal tua dikampus neh..

Dear Your Fans:

Nice to see you:

My EQ: My manner: Good news

Live just begun, I take a dream with you,
To say All of my live,
I’ve been looking for the truth,
Another day, U and Me,
In paradise … when I or U die,
Think about it … aha.
Oh, Lord, anybody can do,
Something you can not say.

May he, she, they.

Anything she does,
Make a real,
Looking for,
where you ‘re going true,
U know,
Some fantasy,
Life goes on,
Around u,
Because of u.

Now.

Both sides of story,
Walk away from here,
No,no,no … Here, we are,
Watching now … We show,

Can’t find my way.

Can’t turns back the years,
So, we have to be strong,
No, matter, … I try,
You look for the truth,
Deep down inside I love,
So, time, at night, I can …,
So, look my window,
Turn on my live,
Can make it, so easy,
Looking to me,
I look at you,
Too bad I love,
Too much to me.

Dance into the light.

Come dance with me,
Everybody, dancing into the light,
To hold you, OOo, O, Do u know, do u care,
Everyday I watch you,
Now, is too late
Now, is over,
Do u remember, who is over?
Don’t let him steal you!
Bu I can take anymore, your eyes,
To make up, sometime … because,
Don’t lose my number!
Oh no! Don’t matter to me!

I wish you luck,
Yours,
Simon Priyo Prayogo

SPP WILL BE THERE

! Expression morale feeling:
“Somewhere down, don’t be shy, Simon be alone, Simon will be here, carry you alone, watching you alone, be strong! don’t look back, Simon’s not the only one, remember that!, don’t know what to do, remember what I say, just to go, your show, Thy, Simon be there. You look be hind you, Simon be there. Just Simon scarred as you, as, just carry on your Information, don’t be shy . . . Its seem so far”.

Part of a SPP Manner:
SPP2004 ’s Formula:IP/CS:= UHF MHz. Div By 45 := It was simplicity itself:

Where “IP/CS” is the Instruction point blank with Code segment.
Where “:=” is the assignment.
Where “45” is a biblical measurement.

Used: Disclosure about Political Crime Phenomena.
Rather than Public Domain: Authority, Administrator, Management and Stream-Lined..

Sampling:

UHF 647MHz.
Encode IP/CS : 14.378,
Decode: IP/CS
IP Money politic; Money Policy
CS Mission-37 with pattern( Technology ) ; In situ.
Sub CS Sub Mission 8 with pattern ( Magic ) ; Kowtow.

© Mar 2004 By Fit and Finish

HE WILL BE THERE

! Expression morale feeling:
“Somewhere down, don’t be shy, Dian be alone, Dian will be here, carry you alone, watching you alone, be strong! don’t look back, Dian Sastowardoyo not the only one, remember that!, don’t know what to do, remember what I say, just to go, your show, Thy, Dian Sastowardoyo be there. You look be hind you, Dian Sastowardoyo be there. Just Dian Sastowardoyo scarred as you, as, just carry on your Information, don’t be shy . . . Its seem so far”.

WHO’S THAT WOMAN? . .

hayyah…
cantek kok tiap hari

Mbak dian, ane baca di situs detik com katanya ente cewek panggilan yah yang dibayar 40 juta untuk semalam dan harus di hongkong, hebat yaah…artis naik daun harga tarifnya tinggi. Nanti ane pesan deh tapi kalau udah turun harga yah, nih link nya

http://forum.detik.com/archive/index.php/t-6612.html

salam kenal dari lampung nech…

Congratulation ya…

BTW… (hanya sharing saja)
dalam dalam salah satu keilmuan teologi (islam), filsafat, bisa dibilang merupakan pokok dari pembelajaran pencapaian keyakinan hakiki terlebih lagi untuk memahami akan takdir dan ketetapan Tuhan.
(Kalau boleh) to Dian, bisa di coba baca buku berjudul “DUA WAJAH TUHAN” yang merupakan terjemahan dari kitab filsafat klasic islam “Al Amru Bainal Am Rain” (Perkara diantara dua perkara).
Isinya sangat menarik dan bagus untuk mencari tahu takdir sebenarnya..
(hanya sharing dan inputan lho ya…)

salam
D2MQ
BukanOrangFilsafat….

sodaltech are the pioneers in paper cone machine, paper cone machines, paper cone machinery, automatic paper cone machines, automatic paper cone machine in india, paper cone making machines, paper cone machinery in india, paper cone machine in india, paper cone machine exporters in india, paper cone machine manufacturers in india, paper machine, paper machine factory, paper machine manufacturer, paper machine supplier, paper machine winder,

pada filosof hanya mampu menggambarkan dunia, tapi yang terpenting adalah MERUBAHNYA….
(Karl_Heinrich_Marx)

Indonesia tengah terjajah

segelintir orang menyadarinya
yang sadar tak mau merubahnya
yang mau merubah tak tau caranya
yang tau caranya tak ingin melakukan
yang mau melakukan tak ada sokongan dana
yang ikhlas dimasukkan penjara

AKHIRNYA…

INDONESIA TETAP TERJAJAH
itu pasti

hingga semua sadar indoneia terjajah
yang sadar mau merubahnya
yang mau merubah tau caranya
yang tau caranya ingin melakukan
yang mau melakukan IKHLAS
yang iklash tidak dimasukkan PENJARA…

salam beringin merah..!

Buat mbak Dian salam kenal…
Sudah saatnya rakyat bersatu, dari kalangan manapun kita berada, melihat kondisi bangsa kita yang sedang mengalami degradasi,,, mari kita tengok saudara-saudara kita yang dibawah faris kesejahteraan….. mari bersama berkarya dan berjuangan tiada karya tanpa perjuangan bersama..

trims

Selamat malam para fans sdri Dian PSW. Terus terang, saya, Simon Priyo Prayogo bukan; tidak nge fans pada sdri DPSW pada khususnya dan selebriti Indonesia pada umumnya.

Jadi soal apa! Telur terang! Saya bisa kawin! Laik-laik normal, excelent health.

Maaf! … Bila Sdri DPSW jadi doiku, ya vaginanya just only for My Penis Only!

Your penis, your penis! Okay! Your vagina is your vagina! Okay!

I’m not your fans!

I dislike, I called: Banci, Pemburit, Wadam macam dorce dsb!

Understand That!

Aku sudah kasih racun tikus warna Pink teristimewa buat para wiroke dkk.

Telur terang … am I high end nya yabeing about nya 160cm lah … Lo Dian, onon lo tingginya 163cm … tak masalah. Doeloe Am I penah punya doi yang paling cakep sak tekolahan. Modal am I cuman tampang doang. Nah … am I bisa pleasure in dia.

Tanya apa ah, ah, ah … oh … jadi itu to, lebih dalam di kursi depan bok h h h h h

Itu sudah dilu sekali sayang, ending nya feb 1993. Nah taat itu cayang umurnya berapa, lo, baby to!
h h h h h

pabila am I prugnetin dia, maka baby am I tekalang umurnya udah pilasan gitu … untungnya koq nggak sampai hamil gitu. Suka sama suka lo … tapi oh entah kenapa, dia kabur … dengan alasan yang blur tekali gitu.

Okay

My entry point just for my young lady Dian Paramita Sastro Wardoyo ,okay, this:

DO U TAKE MY MEANING BABY?
DO U KNOW WHAT I MEANT BABY?
DO U SEE WHAT I MEANT MY BABY?

WHAT’S DONE IS DONE OKAY!
I DON’T TALK ABOUT MY BEHIND ME, ALL RIGHT!
I’LL BE THERE OKAY

Now, this my photograph just for my Anchor tv what ever you are at:

www.geocities.com/nocapitol08/spp.jpg

with code pink . . . don’t forget! this line on public media okay!

#51
Simon Priyo Prayogo
August 2nd, 2008 at 11:11 pm

I can make it unnecessary . . . If U go to foreign contry . . . I say good bye.

I Can Stop and think.

hiiiiiiiiiiiiiii
kaka u dian sastro ak frida ngefans bngt ama mbak dian.mbak ak jadiin panutan bwt hidup ak.mbak aku pgen bgt bsa ktemu and ngobrol dket ama mbak.ak sangat kangum bangety ama mbak dian coz ga cuma fisik but all ada di mbak.mbak cantik pintar uda gt succez.ak harap mbak dian g bosen ama frida.tlng bls yaaa mbak dian.thank.

Leave a Reply

(required)

(required)

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture.



Anti-Spam Image