Foto Terbaru:

Posted in Filmography

Dian Sastro & Raya

Date July 23rd, 2006 Comment 22 Comments

dian sastroLeila S Chudori yang dikenal sebagai kritikus film adalah yang menggarap skenario serial televisi yang dibintangi Dian Sastro, Dunia Tanpa Koma (DTK). Serial ini berkisah tentang kehidupan wartawan yang diperankan oleh seorang Dian Sastro yang lebih dikenal di dunia layar lebar.

Walau belum jelas kapan tayang dan di stasiun televisi mana, tapi kehadiran tontonan televisi yang diharapkan bermutu dan sesuai dengan akal sehat dan keseharian masyarakat Indonesia sungguh diharapkan.

Tokoh utama di sinetron ini bernama Raya. Sejak awal dia menciptakan tokoh ini, imej yang dipikirkannya adalah Dian Sastro, karena matanya memancarkan kecerdasan dan rasa ingin tahu yang besar. Rasa ingin tahu, kegigihan dan kerja keras adalah tiga modal utama seorang reporter majalah berita.

Bahkan, saat Dian Sastro membaca sinopsis yang diberikan pihak Sinemart, dia langsung ingin bertemu dengan Leila sendiri dan menyatakan bersedia main. Dalam kesempatan itu, Dian kerap sekali bertanya-tanya kepada Leila perihal pekerjaan seorang wartawan yang sebenarnya.

Untuk mewujudkan pertanyaan Dian sembari belajar, Leila sempat mengajak Dian mewawancarai Kombes Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya Carlo Tewu, agar Dian paham bagaimana kami mewawancarai pejabat. Dian juga pernah ikut rapat di Harian TEMPO dan diperkenalkan olehnya sistem kerja di sana.

Dian sangat kritis dan pertanyaannya sangat membantu Leila dalam proses pembuatan skenario. Misalnya dia pernah bertanya, mengapa tokoh Mbak Retno (redaktur yang sudah senior, yang diperankan Cut Mini) yang usianya sudah hampir 30 tahun itu belum menikah.

Leila sempat kaget mendengar pertanyaan tersebut. Karena, menurutnya, belum menikah di usia 30an di dunia jurnalistik sebetulnya hal yang sangat biasa. “Pertanyaan Dian ini, menurut saya, akan mewakili penonton. Karena itu saya kemudian membuat beberapa kisah subplot tentang kawan-kawan Raya di kantor, termasuk kisah tokoh Mbak Retno,” katanya.

Posted in Filmography

Dian Ingin Istirahat Main Film

Date July 22nd, 2006 Comment 10 Comments

dian sastroDian Sastro mengakui bahwa saat ini ia sedang istirahat main film. Hal itu diungkapkannya usai menjalani salah satu sinetron yang bakal ditayangkan di salah satu televisi berjudul “Dunia Tanpa Koma”. “Selain habis menyelesaikan sinetron, aku juga harus kuliah,” ujar gadis berusia 24 tahun tersebut.

Kesibukan Dian bermain film memang tidak pernah berhenti. Setiap tahun selalu saja ada film yang dibintangi Dian. Mulai dari AADC (2004), Ungu Violet (2005) dan Belahan Jiwa (2005) dan terakhir nanti dia bakal membintangi sinetron bertajuk Dunia Tanpa Koma. “Gara-gara harus syuting dan promosi film, kuliahku jadi sangat ketinggalan,” kata peraih gelar Aktris Terbaik pada Festival Film Deauville, Perancis, dalam film Pasir Berbisik di tahun 2002.

Ketika ditanya apakah honornya di sinetron semahal honornya saat bermain film? Dian tertawa. “Siapa bilang bayaran aku di film mahal? Memang sih honor naik tetapi produserku yang terakhir bilang masih masuk akal kok. Kalau bayaran di sinetron jelas beda dong,” ujar Dian. Ketika ditanya angkanya, Dian hanya menjawab sambil tersenyum “Ya ada deh.”

Sampai saat ini Dian mengaku belum mau menerima tawaran bermain film. “Pokoknya kuliah selesai dulu, baru setelah itu aku main film lagi,” katanya.

Posted in Filmography

Dunia Tanpa Koma

Date July 20th, 2006 Comment 37 Comments

dian sastro
Dian Sastro yang telah merampungkan syuting film terbarunya, Dunia Tanpa Koma (DTK), kini bisa memahami dua sisi berbeda antara wartawan dan narasumbernya. Lewat perannya sebagai wartawan, Dian bisa merasakan, bagaimana pusingnya ketika seorang wartawan mengejar narasumber, di tengah tekanan deadline. “Cukup berasa, gimana sih ngejar berita, diomel-omelin editor,” ungkapnya.

Di DTK, Dian memerankan tokoh Raya, seorang wartawan yang berurusan dengan sejumlah masalah, mulai dari intrik di kantor majalah berita mingguan tempatnya bekerja, investigasi peredaran narkoba, hingga kisah asmara Raya, yang membina hubungan dengan seorang wartawan harian.

“Ceritanya, dia pentolan wartawan sebuah koran besar, dan saya mingguan. Harus saingan. Deadline mingguan memang enak, tapi kita dapat informasi sampai sejauh apa, sampai orang mau beli majalah kita,” paparnya.

Proses pembelajaran sebagai wartawan, meski hanya sebatas akting, tampaknya merasuk pada dirinya. Ia memahami, bagaimana repotnya seorang wartawan mingguan yang harus menulis berita yang beritanya sama dengan berita harian, tapi memiliki berbagai angle dan penyajian yang menarik untuk berita tersebut. Yang penting, harus cover both side. “Harus tetap netral. Berita itu sesuatu yang punya sesuai dengan kepentingan publik, karena semua orang berhak tahu,” ujarnya.

Posted in PersonaL

Dian Sastro Wardoyo

Date July 19th, 2006 Comment 226 Comments

dian sastro

Diandra Paramitha Sastrowardoyo, seorang gadis yang dilahirkan pada tanggal 16 Maret 1982 di Jakarta yang lebih dikenal dengan nama Dian Sastrowardoyo atau Dian Sastro, adalah seorang aktris muda berbakat Indonesia saat ini. Memulai karirnya sebagai model sampul pada majalah remaja Gadis (1996), ia dianggap sebagai ikon dari kebangkitan kembali industri film Indonesia.

Film pertamanya yang berjudul Bintang Jatuh (2000), arahan Rudi Sujarwo, tidak begitu meledak di pasaran. Film selanjutnya pada tahun 2001, Pasir Berbisik, berhasil melambungkan namanya. Dalam film arahan Nan T. Achnas ini, Dian beradu akting dengan aktris dan aktor senior Christine Hakim dan Slamet Rahardjo. Lewat film ini, Dian dianugerahi pemeran wanita terbaik pada Festival Film Internasional Singapura (2005) dan Festival Film Asia di Deauville, Perancis (2005).

Profil
* Nama artis: Dian Sastrowardoyo
* Nama lengkap: Diandra Paramitha Sastrowardoyo
* Nama kecil: Dian
* Lahir: Jakarta, 16 Maret 1982
* Agama: Islam
* Nama ayah: Iwan Sastrowardoyo (Alm)
* Nama ibu: Dewi Parwati Setyorini

Pendidikan
* TK: Don Bosco
* SD: Strada
* SLTP: SMP Vincetius Jakarta
* SLTA: SMA Tarakanita I
* S1: Jurusan Filsafat, Fakultas Sastra, Universitas Indonesia

Hobi
* Akting di film dan tertarik menjadi sutradara
* Mendengarkan musik
* Baca buku

Filmografi
* 2000: Bintang Jatuh (sebagai Donna)
* 2001: Pasir Berbisik (sebagai Daya)
* 2002: Ada Apa dengan Cinta? (sebagai Cinta)
* 2004: Puteri Gunung Ledang (sebagai anak penjual obat)
* 2005: Banyu Biru
* 2005: Ungu Violet
* 2005: Belahan Jiwa
* 2006: Dunia Tanpa Koma (sinetron)

Penghargaan
* 1996: Juara I Lomba Gadis Sampul Gadis
* 2002: Bintang Lux 2002 dari JWT AdForce-Unilever
* 2002:
- Maret - Aktris Terbaik pada Festival Film Asia Deauville, Perancis, dalam film Pasir Berbisik
- April - Aktris Terbaik pada Festival Film Internasional Singapura ke-15 dalam film Pasir Berbisik
* 2004: Pemeran Utama Wanita Terbaik Festival Film Indonesia 2004, dalam film Ada Apa dengan Cinta?
* 2005: Aktris Berbakat pada Festival Film Asia Pasifik, Kuala Lumpur, Malaysia.